Sekarang tanggal : 21st October 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Home » Kain Tenun Lurik

Kain Tenun Lurik

Kain Tenun Lurik Jepara

Kain Tenun Lurik, kain troso, kain tenun, kain troso jepara, kain troso tenun, kain tenun troso, tenun troso, tenun jepara, tenun troso jepara, kain blanket, kain blanket spesial, kain blanket murah, kain ikat, kain ikat spesial, kain ikat murah, kain baron, tenun baron, kain baron istimewa, kain baron semi sutra, kain baron sutra, kain baron jepara, tenun baron jepara, tenun baron spesial, tenun baron istimewa, kain misris, kain ikat misris, kain ikat jepara, ikat jepara, tenun ikat jepara, tenun ikat misris

Kain Tenun Lurik

 

Kain Tenun Lurik, kain troso, kain tenun, kain troso jepara, kain troso tenun, kain tenun troso, tenun troso, tenun jepara, tenun troso jepara, kain blanket, kain blanket spesial, kain blanket murah, kain ikat, kain ikat spesial, kain ikat murah, kain baron, tenun baron, kain baron istimewa, kain baron semi sutra, kain baron sutra, kain baron jepara, tenun baron jepara, tenun baron spesial, tenun baron istimewa, kain misris, kain ikat misris, kain ikat jepara, ikat jepara, tenun ikat jepara, tenun ikat misris

Kain Tenun Lurik

Sejarah Kain Tenun Lurik

Berbagai penemuan sejarah menunjukan bahwa kain tenun lurik telah ada di jawa sejak zaman pra sejarah. Ini terbukti pada Prasasti peninggalan kerajaan Mataram (851-882 M) yang menunjukkan adanya kain lurik pakan malang. Prasasti Raja Erlangga Jawa Timur tahun 1033 yang menyebutkan bahwa kain tuluh watu adalah salah atu nama kain lurik. Dan juga pemakaian selendang pada arca terracotta asal Trowulan di Jawa Timur dari abad 15 M menunjukkan penggunaan kain lurik pada masa itu. Adanya tenun di pulau Jawa diperkuat dengan pemakaian tenun pada arca-arca dan relief candi yang tersebar di pulau Jawa.

Motif Dasar Kain Tenun Lurik

Daerah persebaran Lurik adalah di Yogyakarta, Solo dan Tuban. Lurik berasal dari bahasa Jawa kuno lorek yang berarti lajur atau garis, belang dapat pula berarti corak. Pada dasarnya lurik memiliki 3 motif dasar, yaitu:

1) motif lajuran dengan corak garis-garis panjang searah sehelai kain,

2) motif pakan malang yang memiliki garis-garis searah lebar kain,

3) motif cacahan adalah lurik dengan corak kecil-kecil.

 

Baju dari kain tenun lurik kain tenun lurik, kain dengan motif garis-garis yang sangat cantik dibuat baju

Pada jaman dahulu, kain lurik ditenun menggunakan benang katun yang dipintal dengan tangan dan ditenun menjadi selembar kain dengan alat yang disebut Gedog, alat ini menghasilkan kain dengan lebar 60cm saja. Seiring dengan perkembangan jaman, kain lurik mulai diproduksi menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yang lebih modern dan dapat menghasilkan kain dengan lebar 150cm. Proses pemintalan kain katun sudah dilakukan secara modern, yaitu menggunakan mesin. Salah satu inti yang membuat sebuah kain disebut sebagai kain lurik adalah penggunaan benang katun, sehingga menghasilkan tekstur yang khas pada kain ini. Sehingga sebuah kain bermotif lurik yang dipintal dari benang polyester, tidak dapat disebut sebagai kain lurik, karena teksturnya yang berbeda dengan kain lurik yang terbuat dari katun.

Karena teksturnya yang khas dan kekuatan kain ini, penggunaan kain lurik tidak terbatas untuk pemakaian sehari-hari seperti pakaian dan kain gendong namun juga digunakan untuk perlengkapan interior. Yang menyenangkan dari kain lurik adalah, meskipun ketika masih baru teksturnya sangat kasar dan kaku, namun ketika telah digunakan beberapa lama, teksturnya berubah menjadi lebih lembut tapi tidak berkurang kekuatannya.

Pada awalnya, kain lurik hanya dibuat dalam dua warna saja, yaitu hitam dan putih dengan corak garis atau kotak, namun kini banyak terdapat kain lurik dengan beragam warna, seperti biru, merah, kuning, coklat dan hijau. Yang membedakan tiap motif adalah susunan warnanya, misalnya 3 warna merah, 4 warna biru dengan bahan dasar hitam. Masing-masing komposisi warna dan garis pada kain lurik memiliki makna tertentu. Seperti  kain lurik gedog madu, yang digunakan pada upacara mitoni atau siraman; kemudian ada lagi kain lurik motif lasem yang digunakan untuk perlengkapan pengantin pada jaman dahulu, itulah seputar tengtang kain tenun lurik.

Kain Baron Sulam Tenun ATBM bns-09 Kain Troso Jepara Kain Tenun Troso Baron Kain Baron Tenun Jepara Tenun Jepara Motif Pelangi nn-32 Kain Troso Baron Sabuk Sulam Tenun Jepara MOtif Pelangi pb-10 Tenun Endek Motif Songket
* klik gambar produk
October 2017
M T W T F S S
« Apr    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031